BELUM sepakan kasus gantung diri terjadi di Kecamatan Pandih Batu, kali kasus serupa kembali terjadi di Desa Wono Agung, Kecamatan Maliku, Selasa (15/3/2016).


Korban Ahmad Herlianto ditemukan tergantung di pohon oleh saksi Selamet Riyadi pukul 16.00 WIB.


Korban tergantung di kebun karet milik Sofian, mertua korban Jalan Pondasi 1 RT 1.


Dari hasil olah TKP, korban tergantung di pohon dengan jarak tali simpul ke leher 1.95 meter, kaki menyentuh tanah dan ada bekas sperma.


Korban memiliki luka bekas operasi batu ginjal sekitar 2 tahun


lalu pada perut panjang 12 cm. Dari hasil itu tidak ada bekas luka dan penganiaan terhadap korban.


Dari keterangan keluarga korban, polisi menduga korban tidak kuat menahan sakit TBC yang dideritanya.


Sementara itu jarak pohon dengan jalan sekitar 50 meter, keadaan kebun rimbun tidak terlihat dari jalan membuat korban leluasa mengakhiri hidupnya.


Sofian mengaku kebun miliknya itu jarang didatangi. Bahkan untuk mengengok kebun saja Sofian sudah lebih 1 bulan tidak pernah ke sana. Di TKP ditemukan motor Jupiter KH 5440 JG dalam kondisi utuh, uang di saku kiri Rp9.000 pecahan dua lembar uang 2.000 dan satu lembar 5.000.


Dari hasil visum awal menyampaikan bahwa korban murni gantung diri dan diperkirakan meninggal pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya kasus gantung diri terjadi di Jalan Melati 10, Desa Mulya Sari, Kecamatan Pandih Batu. Korban, Misgimin, 60, warga Desa Mulya Sari ditemukan tewas gantung diri, Jumat (11/3/2016). (DY/B-6)