SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rumah Singgah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kotawaringin Timur menampung ratusan pemudik selama arus mudik tahun ini.

"Ada sekitar 100 pemudik yang sempat menginap di Rumah Singgah," kata Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kotawaringin Timur RW Sujarwo, Rabu, 19 April 2023.

Jumlah ini berkurang dari tahun 2019 yang mencapai 200 pemudik. Menurutnya, pengurangan ini karena sistem pembelian tiket sudah mulai teratur.

"Kalau dulu mereka datang belum memiliki tiket, jadi berubut tiket di pelabuhan. Kalau sekarang datang sudah punya tiket karena sistem online," imbuhnya.

Sujarwo menambahkan, ada kemungkinan masyarakat lupa di wilayah ini ada rumah singgah pemudik. Sebab selama 2 tahun pandemi Kwarcab Gerakan Pramuka Kotim tidak membuka rumah singgah. 

--page

Sebagian besar pengunjung rumah singgah ialah pekerja perusahaan perkebunan sawit. Ada yang menginap berhari-hari, namun tak sedikit yang hanya singgah sebentar untuk transit. 

"Rata-rata mereka datang malam hari. Kami juga mengantar jemput mereka ke Pelabuhan Sampit," ujarnya.

Rumah singgah pemudik resmi ditutup Rabu, 19 April 2023. Sebanyak 40 anggota pramuka suka rela telah mengerahkan tenaganya untuk membantu kelancaran arus mudik. Bahkan di Terminal Patih Rumbih mereka membantu kegiatan embarkasi hingga dini hari pukul 01.00 WIB. 

"Karena mereka ada yang berlebaran hari Jumat, 21 April 2023 jadi kami tutup hari ini. Namun apabila ada masyarakat yang memerlukan masih kami layani. Anggota yang berada di sekitar sini yang akan membantu," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/Y)