UNDANGAN hearing yang dilayangkan Ko­misi III DPRD ti­dak­ digubris PLN Ranting Pulang Pisau.


Buktinya, tidak satupun per­wakilan dari PLN yang mau hadir saat rapat dengar pen­dapat, Rabu (16/3/2016).


“Tidak ada satupun perwa­kil­an PLN yang hadiri, pada­hal undangan sudah kita sampaikan,” keluh Anggota Ko­misi III DPRD Pulang Pisau­, Tandean Indra Bela.


Padahal kehadiran PLN sangat diharapkan untuk mengetahui rencana opera­sio­nal PLTU Buntoi dan perso­al­an pemadaman bergilir.


Menurutnya dengan ada­nya­ pertemuan itu akan membangun koordinasi dan siner­gisitas antara PLN deng­an­ DPRD guna menyamakan persepsi yang berhubungan dengan publik.


Tandean menyebut PLN ter­kesan memandang sebelah mata ajakan dewan untuk menggelar RDP.


“Mereka selalu berkilah ka­rena menganggap pemerin­tah daerah tidak punyai daya te­kan,” imbuhnya.


Dia menegaskan tahun sebe­lumnya PLN masih bisa ha­dir jika diajak hearing.


DPRD katanya tidak ada niat untuk menyerang jika PLN hadiri dalam rapat, tapi ha­nya­ mengharapkan ada yang akan dikoordinasikan.


“Kita mengeluhkan pemadaman, karena daerah kita se­bagai lumbung energi, ta­pi selalu mengalami devisit da­ya,” ujarnya.


Dalam RPD itu sebenarnya­ komisi III ingin tahu ketersedi­a­an bahan energi batubara untuk PLTU Buntoi, tapi suplainya hingga kini belum ada.


“Itu yang kita mau ketahui un­tuk diperjuangkan dan ba­nyak hal lain, tapi sayangnya me­reka tidak mau hadir,” tan­dasnya. (B-6)