WARGA Kelurah­an Mendawai dan Padang, Ke­ca­matan Suka­ma­ra, Kabupaten Sukamara, khu­susnya yang tinggal di ban­­taran Sungai Jelai, go­tong royong membersihkan sam­pah yang menumpuk di kawasan permukiman pen­du­duk.


Aksi yang dilakukan pada Ra­bu (16/3/2016) itu untuk me­ngantisipasi bencana banjir lebih besar seiring mulai terendamnya sejumlah ka­was­an di dua kelurahan ter­sebut.


Aksi  gotong royong member­sih­kan sampah itu dibantu ang­go­ta Shabara Kepolisian Re­sor (Polres) Sukamara, Ta­ru­na Siaga Bencana (Tagana), dan Satuan Polisi Pamong Pra­ja (Satpol PP).


Kegiatan bersih-bersih itu di­pantau Wakil Bupati Suka­ma­ra Windu Subagio.


Kepada wartawan, Wakil Bu­pati mengatakan bahwa aksi bersih-bersih tersebut me­rupakan salah satu cara unt­uk mengantisipasi banjir le­bih besar.


“Datangnya banjir ini sudah ada tanda-tanda­nya dan sudah ada rumah war­ga yang terendam meskipun belum terlalu dalam,” ka­ta dia.


Wakil Bupati melanjutkan, naik­­nya debit air Sungai Jelai be­­­lakangan ini membuat sam­­pah yang mengendap mun­cul kepermukaan dan me­menuhi area permukim­an warga.


Karenanya, melalui kegiat­an gotong royong tersebut di­harapkan dapat meningkat­kan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ke­bersihan lingkungan.


“Kita melihat di sini ba­nyak sekali sampah, karena ke­sadaran masyarakarat da­lam menjaga lingkungan ma­sih kurang.”


Jaga kebersihan


Masih pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati me­­ngajak dan mengimbau ma­syarakat Kabupaten Suka­ma­ra untuk selalu menjaga ke­bersihan lingkungan. Terle­bih saat musim hujan seperti se­karang ini. Pasalnya, tumpukan sampah dapat menim­bul­kan berbagai penyakit.


“Mudah-mudahan dengan ge­rakan seperti ini masyarakat melihat dan mengetahui bah­wa kebiasaan membuang sam­pah di samping rumah atau di kolong rumah itu tidak baik. Dan saya berharap ke­sadaran itu akan muncul nan­tinya.”


Wakil Bupati turut pula me­ngingatkan warga yang ting­gal di bantaran Sungai Je­lai agar selalu waspada me­ngingat debit air te­rus meningkat. Bahkan, ketinggian air sudah mencapai lantai rumah warga dan sebagian su­dah lagi ada yang terendam.

(MG13/B-3)