BORNEONEWS, Sampit - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan batal ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hari ini.
"Ditunda, bukan hari ini," tulis Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Benny Noviadinuddin, melalui pesan pendek (sms) yang dikirim ke media ini, Kamis (17/3/2016).
Benny mengaku tidak mengetahui persis alasan batalnya kunjungan Menhub ke Sampit. Informasinya Jonan dari Jakarta langsung bertolak ke Kotabaru, Kalimantan Selatan, kemudian ke Bandara Juwata Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kotim Fadlian Noor, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kotim tentunya sangat berharap Menhub Ignasius Jonan bisa berkunjung ke Kotim. Menhub bisa melihat langsung persoalan seputar perhubungan di daerah ini, terutama di jalur laut dan udara.
"Kita sangat berharap Menhub menyempatkan diri ke Sampit. Akan banyak keuntungan apabila beliau bisa datang," ucap dia.
Sebelumnya, informasi kunjungan kerja Menhub Ignasius Jonan ke Sampit disampaikan Kepala Bandara H Asan Sampit, Zuber, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Kotim, Selasa (15/3/2016). Kepada wakil rakyat di komisi yang membidangi perhubungan itu, dia mengungkapkan kekhawatirannya terkait edaran Menhub tentang standar kelayakan bandara. Salah satunya kewajiban pagar keliling sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
"Kami dapat instruksi dari Menhub, bahwa semua bandara harus memenuhi spesifikasi, misalnya tinggi pagar dan pagar keliling. Tetapi ada sekitar 200 meter di bandara kita tidak berpagar atau bolong," kata dia.
Dalam instruksi Menhub itu, lanjut Zuber, ditegaskan ancaman apabila pagar bandara tidak memenuhi spesifikasi hingga 2016, maka pada 2017 akan ditutup. Bandara H Asan Sampit memiliki panjang landasan 2.060 meter dengan lebar sekitar 150 meter. (RIFQI/m)


