BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi fenomena memanasnya Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal atau El Nino.
Luhut menyampaikan Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia telah mengingatkan fenomena La Nina yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut telah berakhir.
“Sekarang mulai berganti dengan El Nino yang membawa suhu tinggi dan lebih kering,” ungkapnya saat rakor secara virtual baru baru ini.
Ia mengungkapkan dari pemodelan cuaca yang telah dilakukan, diprediksi fenomena El Nino puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus 2023.
Puncak El Nino berpotensi menyebabkan dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan pada beberapa daerah di Indonesia.
Turut hadir dalam rakor ini secara virtual ada Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, Asisten Ekbang Leonard S. Ampung, serta perwakilan beberapa Perangkat Daerah Kalteng terkait. (HERMAWAN DP/R)









