PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan cuaca ekstrim El Nino dapat berdampak pada produksi pertanian.

“Berkaca pada 2015 saja, diperkirakan 41 persen lahan padi mengalami kekeringan ekstrim pada tahun tersebut, untuk itu Pemerintah akan bersiap dalam kondisi yang paling ekstrem sekalipun,” ungkapnya dalam rakor nasional bersama pemerintah daerah secara virtual baru baru ini.

Berdasarkan data dari International Monetary Fund (IMF), dampak yang akan terjadi juga berkorelasi terhadap turunnya produksi pertanian dan pertambangan.

Hal itu akan berdampak pula pada inflasi di Indonesia, karena besarnya kontribusi inflasi pangan terhadap inflasi keseluruhan.

Sehingga dengan turunnya produksi pertanian, bisa memicu kelangkaan berbagai bahan-bahan pokok di tengah masyarakat.

--page

"Mari kita semua tetap waspada dan saling menjaga di masa-masa sulit seperti ini sehingga kerugian yang terjadi akibat peralihan cuaca bisa kita reduksi bersama,” tutupnya. (HERMAWAN DP/R)