BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dalam mewujudkan pelayanan Instalasi Cuci Darah atau Hemodialisa, manajemen RSUD Kuala Pembuang menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.
Plt Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Ali Wardana mengatakan, agar layanan ini bisa beroperasi, dukungan sumberdaya manusia merupakan yang paling utama.
“Untuk pelayanan Hemodialisa, kita kerjasamakan dengan para dokter dan tenaga perawat yang sudah terlatih, sehingga nantinya layanan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, “ kata Ali Wardana, Kamis, 27 April 2023.
Selain kerjasama terkait sumberdaya manusia, pihak RSUD Kuala Pembuang juga menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, untuk penyediaan peralatan yang diperlukan.
Saat ini pihaknya tengah mengebut pengerjaan ruang ICU, ruang PICU dan ruang NICU. Apabila telah selesai pengerjaannya, maka ruangan untuk layanan cuci darah akan di persiapkan.
--page
Untuk tahap pertama, akan dipersiapkan sebanyak 6 tempat tidur, bagi masyarakat yang memerlukan layanan cuci darah, dengan target sebanyak 10 pasien bisa terlayani setiap harinya.
“Target kami paling lambat triwulan ke 4 tahun ini, layanan cuci darah sudah bisa di operasionalkan di rumah sakit ini, “ ungkapnya.
Ali Wardana menambahkan, layanan ini dirasa cukup mendesak, lantaran pasien yang rutin berobat untuk hemodialisa cukup banyak.
“Banyak warga kita memerlukan layanan ini, bahkan ada yang harus dua kali seminggu berangkat ke Sampit atau Palangka Raya hanya untuk memperoleh layanan cuci darah, “ tuturnya.
Tersedianya layanan cuci darah di RSUD Kuala Pembuang nantinya, diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Seruyan. (FAHRUL/Y)









