BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng menilai gelombang panas dalam beberapa hari terakhir tidak terlalu pengaruhi Kalteng.
Kepala BMKG Kalteng Catur Winarto menuturkan suhu yang ada di Kalteng masih masuk dalam skala normal bukan merupakan suhu maksimum tertinggi yang pernah terjadi.
“Untuk gelombang panas, pengaruhnya di Kalteng tidak signifikan, suhu panas yang dirasakan beberapa hari terakhir lebih disebabkan oleh gerak suhu matahari,” sebut Catur dalam keterangannya saat Rapat Pembahasan terkait Kerawanan Kebakaran di Ruang Rapat Bajakah, Kamis 27 April 2023.
Ia menerangkan pada tanggal 23 Maret 2023 kemarin, posisi matahari pas di khatulistiwa sehingga tepat berada di wilayah Kalteng.
“Suhu maksimum tercatat 35,6 derajat celcius di Palangka Raya, sementara di Kabupaten lainnya masih berada di bawah angka tersebut,” jelasnya.
--page
Catur mengatakan di Kalteng bahkan pernah terjadi panas ekstrim sampai lebih dari itu menyentuh suhu 36,3 derajat celcius. (HERMAWAN DP/H)









