SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim), masih menyelidiki kasus kematian seorang operator excavator berinisial LT yang ditemukan tewas didepan excavator, di Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),

Kapolres Kotim AKBP Sarpani mengatakan saat ini pihaknya telah menerima hasil autopsi, dan hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban yang mengarah pada kematian.

"Kemarin sudah ada hasil autopsi namun tidak ada mengarah kepada pembunuhan. Tetapi ini kami masih akan selidiki," kata Sarpani, Kamis, 27 April 2023.

Dirinya juga mengatakan kalau saat ini masih belum bisa memastikan apakah korban meninggal karena di bunuh atau hal lainnya.

"Sementara kita tidak bisa pastikan penyebab kematian korban karena pembunuhan. Saat ini kita sudah memeriksa para saksi dan terus menyelidiki penyebab kematian korban," Bebernya.

Di samping itu masyarakat saat ini menduga kalau korban di duga meninggal dibunuh, karena dilihat dari foto yang beredar.

Diberitakan sebelumnya, Seorang operator excavator di perusahaan perkebunan kelapa sawit Katari Agro Estate di Kecamatan Cempaga Hulu, Desa Pundu berinisial LT ditemukan tak bernyawa di depan excavatornya tanpa busana dan hanya menggunakan celana pendek. 

"Baru ditemukan tadi pagi oleh warga dan sudah dievakuasi ke puskesmas di Pundu, kabarnya dibunuh belum tahu kabar motifnya seperti apa," kata Sugi warga Pundu, Jumat, 7 April 2023. Kemarin. (BUDDI RAHMAT H/H)