PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten SBM 1 Kalteng PT Pertamina, Edy mengatakan, dalam sehari, pihaknya mendistribusikan gas LPG 3 kilogram sebanyak 8.000 hingga 10.000 tabung.

Terlebih kalau ada perayaan hari besar keagamaan, pihaknya menambah tiga persen dari jumlah distribusi hari normal. Dengan kondisi demikian, ribuan tabung yang didistribusikan tiap harinya tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan gas LPG 3 kilogram.

Hanya saja, dalam penyalurannya di lapangan, gas 3 kilogram yang sejak awal diperuntukkan hanya untuk masyarakat miskin, tetapi juga digunakan oleh masyarakat lainnya. 

"Terkadang ada pangkalan yang lapor, ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beli gas 3 kilogram, sudah dilarang tetapi PNS itu justru marah-marah. Jadi pangkalan karena tidak enak hati tetap dilayani," katanya, Jumat, 28 April 2023.

Padahal, lanjut Edy, selama ini, pangkalan telah mendistribusikan gas LPG 3 kilogram ke masyarakat dengan baik, yakni sesuai dengan jumlah Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Keluarga (KK) di sekitar pangkalan tersebut.

--page

"Harusnya kalau semua tau aturan itu, tidak ada kelangkaan gas atau harga gas LPG 3 kilogram yang tinggi, karena sudah jelas di tabung gas LPG 3 kilogram tertulis hanya untuk masyarakat miskin," pungkasnya. (PATHUR/Y)