BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Kuwu Senilawati, meminta kepada pemerintah daerah agar bisa mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Kita ketahui cuaca panas sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia akhir-akhir ini, tak terkecuali Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah harus bisa mengantisipasi lewat berbagai kebijakan dan program agar cuaca ekstrem seperti ini tidak merugikan masyarakat," katanya, Sabtu, 29 April 2023.
BMKG mencatatkan suhu panas ekstrem yang mencapai 37,5 derajat celcius melanda Indonesia. Kemudian 10 stasiun meteorologi di Indonesia mencatat suhu maksimum udara permukaan di atas 35 derajat celsius sejak 15 April 2023.
Kuwu mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengatasi dampak perubahan iklim. "Mari kita mulai membiasakan hidup dengan lebih sehat.
Slogan go green bukan sekadar kata-kata semata, karena bisa berdampak terhadap masa depan kita dan masa depan anak cucu kita di bumi," ajaknya.
Legislator Fraksi Partai Gerindra ini meminta Pemerintah untuk bersiap dalam kondisi paling ekstrem sekalipun. Pemerintah juga diminta mulai melakukan perhitungan antisipasi dampak kekeringan yang bisa terjadil akibat cuaca panas ekstrem.
--page
"Waspada selalu terhadap dampak cuaca ekstrem ini, khususnya saat beraktivitas di luar rumah. Selain menghindari sengatan langsung sinar UV, makan makanan sehat dan bila perlu konsumsi vitamin," pungkasnya. (PATHUR/R)









