GUNA membantu me­ri­ngankan beban pa­ra korban banjir di Desa Pangkalan Mun­tai, Kecamatan Sukamara, Pemerintah Kabupaten Su­kamara melalui Di­­nas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosna­ker­trans) menyalurkan ban­tu­an berupa beras sebanyak 4.805 kilogram dan peralatan bayi.


Bantuan diserahkan seca­ra simbolis kepa­da Camat Su­kamara Zainuddin, untuk se­lanjutnya didistribusikan ke­pada para korban banjir yang berjumlah 533 jiwa atau 126 kepala keluarga (KK).


Zunaiddin mengatakan, ban­­tuan tersebut dibagikan ke­­pada seluruh korban banjir tanpa terkecuali. Setiap ji­wa menerima jatah beras se­banyak 9 kilogram.


“Bantuan dari Pe­merintah Kabupaten Su­ka­­mara yang di­serahkan kepada warga De­sa Pangka­l­an Muntai yang ter­kena mu­si­bah banjir dan dam­pak ban­jir terdiri dari 4.805 ki­logram beras dan pe­ralatan bayi. Nantinya setiap jiwa akan menerima 9 kilogram beras,” ungkap Zai­nu­d­din kepada Borneonews, Ka­mis (17/3/2016).


Ia melanjutkan, bencana banjir yang merendam se­ba­nyak 56 rumah di Desa Pang­­kalan Muntai langsung men­­dapat respons dari pe­me­­rintah kabupaten melalui Dinsosnakertrans.


Bentuk respons yang dimak­sud yakni dengan langsung men­data jumlah korban. Se­lanjutnya petugas Dinsosna­ker­trans segera mengurus lo­gistik atau bantuan untuk me­ringankan beban para kor­ban yang saat ini tidak bi­sa bekerja.


“Keadaan air saat ini mulai su­rut, kita mengharapkan de­bit air secepatnya turun,” ucap dia.


Petugas kesehatan


Sebelumnya, Wakil Bupati Su­kamara Windu Subagio me­­­ngatakan bahwa pemerin­tah kabupaten melalui tim Sat­­lak telah berkoordinasi de­­ngan instansi terkait untuk pe­nanganan masalah banjir di Desa Pangkalan Muntai. S


Salah instansi terkait yang di­maksud yakni Dinas Kese­hat­an. Jajaran Dinas Keseha­tan diminta turun langsung ke lapangan untuk menanga­ni korban banjir.


“Kemarin kita sudah menye­rah­kan bantuan kepada para kor­ban berupa beras dan lain­nya. Selain itu, untuk pena­nganan masalah kesehatan ju­ga sudah ditu­run­kan langsung petugas da­ri Dinas Kesehatan guna me­meriksa kesehatan para kor­ban banjir,” ungkap dia. 


Selain melanda permukim­an penduduk, banjir yang di­sebabkan naiknya debit air Su­ngai Jelai itu juga merendam lahan persawahan dan sejumlah fasilitas umum. 


Namun, sejauh ini benca­na tersebut tidak sampai me­nimbulkan korban jiwa. (MG13/B-3)