BORNEONEWS, Barito Selatan - Kurang lebih 23 tahun Demaga Jelapat Warga di kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan (Barsel), tak pernah berfungsi. Ini butuh perhatian serius dari pemerintah karena beberapa bagian mulai mengalami kerusakan.
Warga Kelurahan Jelapat, Badri, 47, mengatakan, dermaga ini dibangun sekitar 1993. Lantaran tidak difungsikan kondisinya mulai rusak.
“Sampai saat ini telah tiga bupati menjabat, namun dermaga ini tidak pernah difungsikan. Kndisinya sangat memprihatinkan,” kata Badri kepada Borneonews, Jum’at (18/3/2016).
Ia menuturkan, setelah selesai dibangun, dermaga tersebut tidak pernah dipakai atau difungsikan. Padahal dana pembangunan dermaga itu menelan biaya miliaran rupiah.
Pembangunan dermaga saat itu ]membuat warga berharap bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar.
“Jika difungsikan, otomatis perekonomian kita bisa meningkat. Pasalnya bisa berusaha mengangkut barang, ngojek serta buka warung di sekitar dermaga tersebut,” tuturnya.
Tapi semua itu hanya sebatas harapan, lanjut Badri, karena sampai saat ini dermaga itu tidak pernah difungsikan. Bahkan, kondisinya rusak parah karena tidak terawat.
Di kiri-kanan dermaga banyak sampah serta kayu-kayuan yang larut, sehingga membuat dermaga itu semakin parah. Selain itu, bangunan di depannya hanya tinggal kerangka saja, kaca, pintu, lantai dan plafonnya rusak.
“Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah dan DPRD memperbaiki dan mengfungsikannya. Sehingga, perekonomian kami akan meningkat oleh aktivitas di dermaga tersebut,” tandasnya.
Sementara itu anggota DPR Barsel James Jamjam mengaku prihatin dengan kondisi dermaga jelapat yang hingga saat ini belum berfungsi itu.
“Kita akan meminta kepada instansi terkait untuk menjelaskan pembangunan dermaga itu apakah dari pusat, provinsi atau Pemkab Barsel,” ucapnya. (URIUTU DJAPER/m)


