BORNEIONEWS, Kasongan -:Gara-gara bertugas di pedalaman atau pelosok desa, sebanyak 15 orang guru bercerai dengan istri atau suaminya.
Kepala Dinas Pendidikan Katingan, Hartoni mengatakan, selama dua tahun menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, ia sudah mendapat laporan ada 15 guru dari berbagai daerah yang memutuskan bercerai dengan pasangannya.
Dari 15 kasus perceraian tersebut, penyebab utamanya akibat goyahnya kehidupan rumah tangga guru yang bersangkutan karena harus hidup berjauhan dengan keluarga.
"Persoalannya tidak lain karena banyak guru yang tinggal saling berjauhan dari keluarganya, sehingga mulai muncul berbagai pemikiran negatif terhadap pasangannya," ujarnya.
Hartoni menjelaskan, pihaknya memiliki program bagi guru yang hendak pindahdari tempatnya bertugas untuk mendekatkan diri bersama keluarganya.
"Ini berlaku bagi guru yang tempat tugasnya jauh dari keluarganya," katanya.
Dengan adanya kebijakan ini diharapkan memenuhi hak hidup seorang guru. Persoalan yang harus dipahami masyarakat luas adalah suatu kesuksesankinerja seorang tenaga pendidik itu tidak terlepas dari kebahagiaan yang hanya didapat saat hidup dan berkumpul bersama keluarganya.
Menurutnya, programnya itu sudah disampaikan secara langsung kepada Bupati Katingan Ahmad Yantenglie. Pasalnya permasalahan ini dianggap cukup pentingguna memenuhi kehidupan guru untuk dapat hidup bahagia bersama keluarga.
"Hal itu sudah saya sampaikan kepada pimpinan, dan beliau mengaku setuju dengan program teraebut," imbuhnya. (GP/*)


