BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Siti Nafsiah menyebut sektor pertanian khususnya di wilayah Kalteng ini perlu peremajaan dalam artian regenerasi petani. Sebab, tanpa adanya regenerasi, ketersediaan SDM petani akan semakin berkurang, sehingga itu berdampak pada pengembangan sektor pertanian yang tidak maksimal.
Menurutnya, pertanian merupakan salah satu sektor strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah ditambah lagi pemerintah belakangan ini terus menggencarkan peningkatan sektor tersebut dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Sehingga, sektor pertanian dinilai perlu adanya peremajaan.
"Peremajaan ini tidak hanya sekedar regenerasi petani saja, akan tetapi juga lebih kepada para petani yang sudah berumur itu bisa membimbing dan mengajarkan kepada petani muda tentang bagaimana cara bertani yang baik dan benar," ucapnya, Selasa, 2 Mei 2023.
Srikandi DPRD yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III ini mengatakan pemerintah bersama pihak terkait lainnya harus mampu mendorong para petani untuk bisa menciptakan nilai lebih dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani itu sendiri. Mengingat petani saat ini merupakan salah satu tulang punggung perekonomian.
"Namun, sebelum itu dilakukan, kebutuhan sarana dan prasarana pertanian untuk para petani harus tercukupi terlebih dahulu. Kami harap generasi muda kita tidak malu untuk menjadi petani. Sebab, keberlanjutan sektor pertanian kita bergantung pada generasi muda, khususnya lulusan sarjana pertanian yang bisa menerapkan ilmunya pada bidang itu," ujarnya.
--page
Sebelumnya Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengatakan, profesi petani saat ini sangat menjanjikan karena mampu meningkatkan perekonomian keluarga apabila ditekuni dengan sebaik-baiknya. Sehingga, sangat diharapkan kepada kaum muda atau milenial agar tidak malu menjalani profesi menjadi petani.
Apalagi, Kalteng memang memang sedang kekurangan para petani-petani muda untuk mengelola lahan pertanian, terlebih pasca dipilihnya Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau sebagai Food Estate untuk ketahanan pangan nasional.
"Pekerjaan menjadi petani bukanlah hal memalukan. Namun sebaliknya justru merupakan pekerjaan mulia yang dapat membantu semua orang dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kalteng perlu orang-orang yang menguasai ilmu pengetahuan untuk mengubah skema pertanian kita agar lebih optimal dan maksimal. Ini penting dan memerlukan peran kaum milenial untuk mendukung ini semua," tukasnya. (DONNY D/Y)









