PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Sejak awal tahun 2023, BPBPK Kalteng telah mengaktifkan Pusdalop BPBPK Posko Karhutla.

“Di pusdalop terdapat empat regu yang terdiri dari sembilan orang yang melakukan piket secara bergantian sistem shif, masing-masing bekerja delapan jam sehari,” ungkapnya, Selasa, 2 Mei 2023

Menurut Ahmad Toyib, petugas di pusdalop ini bertugas menerima laporan kejadian, melakukan pengecekan lapangan di sekitar kota Palangka Raya, dan menyampaikan laporan kepada pimpinan dan BNPB Pusat.

Ia menegaskan, bahwa ini merupakan upaya pencegahan dini potensi terjadinya Karhutla dan bencana alam lainnya di wilayahnya. Selain itu, pusdalop kabupaten/kota se Kalteng juga memiliki tugas yang sama untuk wilayah masing-masing dan melaporkan perkembangan daerahnya kepada BPBPK Kalteng dan BNPB Pusat.

Dengan langkah cepat ini, BPBPK Kalteng berharap dapat mencegah terjadinya Karhutla di wilayahnya, yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat. Ahmad Toyib juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla di wilayahnya.

--page

BPBPK Kalteng akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap posko Karhutla yang telah diaktifkan ini, guna memastikan efektivitasnya dalam mengantisipasi dan menangani Karhutla di wilayahnya.

Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta melaporkan kejadian Karhutla segera kepada pihak berwenang untuk ditangani dengan cepat dan tepat.

"Dengan sinergi dan kerja sama dari semua pihak, diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat di wilayah Kalteng," pungkasnya. (APRIANDO/H)