BORNEONEWS, Palangka Raya - Juru Bicara Kementerian Kesehatan sekaligus delegasi Indonesia dalam forum Kesiapsiagaan dan Ketahanan untuk Menghadapi Ancaman Penyakit Infeksi Emerging (PRET), Mohammad Syahril menyampaikan empat strategi Indonesia dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Pertama, strategi ketahanan farmasi dan alat kesehatan. Dilakukan melalui produksi vaksin Indovac, Inavac dan InaRNAVac-Ethane serta pengembangan kerjasama antara PT. Combiphar dengan PT. Astrazeneca, pengadaan dan distribusi obat Covid-19 Paxlovid, produksi alat pelindung diri, produksi alat kesehatan berteknologi tinggi, seperti pulse oximetry, E-Ray, CT Scan, sterilizer, dan ventilator.
“Strategi kedua, Indonesia telah menyusun pelatihan terakreditasi dengan kurikulum terstandar untuk tim gerak cepat, dan pelatihan pencegahan dan pengendalian zoonosis dan infeksi emerging dengan pendekatan One health serta pelatihan untuk kesiapsiagaan pandemi di rumah sakit,” kata Syahril.
Strategi ketiga, yakni melalui Intra Action review (IAR) Covid-19 yang bermanfaat dalam monitoring implementasi respon Covid-19, mengidentifikasi praktik terbaik dan kesenjangan untuk meningkatkan strategi respon Covid-19.
Strategi keempat, selama pandemi Indonesia sudah mengintegrasikan Covid-19 dan influenza dalam sistem surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang melibatkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium PCR, laboratorium regional, jejaring laboratorium sekuensing yang bertujuan mengidentifikasi secara cepat patogen yang berkembang secara cepat dengan genomic sequencing.
--page
“ILI dan SARI sentinel surveilan bertujuan memonitor situasi dan trend Covid-19 dan influenza serta kedepannya dapat digunakan untuk patogen pernafasan lainnya. Saat ini sudah ada 31 sentinel ILI berbasis puskesmas dan 14 sentinel SARI berbasis rumah sakit,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Rabu 3 Mei 2023 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 12 kasus, diantaranya Palangka Raya empat kasus, Kapuas tiga kasus, Kotawaringin Timur dua kasus, serta Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Barito Utara masing-masing satu kasus.
Pasien sembuh bertambah lima orang, yakni Kotawaringin Barat tiga orang, Kapuas satu orang, dan Kotawaringin Timur satu orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia bertambah satu orang dari Kotawaringin Barat. (HERMAWAN DP/H)









