PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Head of Industry and Government Relations Apical, Manumpak Manurung mengatakan bahwa saat ini Apical menjadi salah satu produsen dengan penugasan untuk memproduksi minyakita dari pemerintah dengan volume tertinggi dari 10 produsen minyak goreng lainnya, mencapai 89.072 ton/bulan atau sekitar 22 persen dari alokasi DMO minyakita sebanyak 450.000 ton sebulan.

"Volume tertinggi dari 10 produsen minyak goreng lainnya, mencapai 89.072 ton/bulan atau sekitar 22 persen dari alokasi DMO minyakita sebanyak 450.000 ton sebulan," kata Manumpak dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 3 Mei 2023.

Apical Group Ltd adalah salah satu pengelola dan pengekspor minyak sawit dan produk turunannya seperti makanan, oleokimia, dan biodiesel terbesar di Indonesia untuk keperluan domestik dan ekspor internasional.

"Sebab itu, guna memastikan produk minyakita yang diproduksi Apical sesuai harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah, kami melakukan edukasi HET kepada masyarakat dengan mendorong masyarakat untuk melaporkan bila ada minyakita dijual dengan harga di atas HET ke saluran layanan yang telah disediakan perusahaan," tuturnya lagi.

Ini dilakukan menurut Manumpak supaya dapat dipantau lebih lanjut oleh pihak regulator.

--page

Hal ini juga disampaikan Manumpak dalam FGD Sawit Berkelanjutan yang merupakan diskusi interaktif para pemangku kepentingan usaha kelapa sawit nasional, yang menghadirkan pembicara sebagai narasumber dari berbagai kalangan, untuk memberikan gambaran utuh mengenai keberadaan minyak sawit.

Bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai keberadaan dan kontribusi minyak sawit, bagi negara, sosial dan lingkungannya.

Diskusi Sawit Bagi Negeri mendapatkan dukungan pendanaan dari BPDPKS, Holding Perkebunan Nusantara dan Apical, dengan mitra strategis Media InfoSAWIT dan Palm Oil Magazine. Diskusi yang merangkul para pemangku kepentingan minyak sawit seperti pemerintah, pelaku usaha, periset, organisasi, aktivis sosial dan lingkungan serta pihak lainnya, untuk berdiskusi membangun minyak sawit Indonesia yang lebih baik. (TESTI PRISCILLA/H)