BORNEONEWS, Sampit - Dinas PUPR Kabupaten Kotawaringin Timur akan melakukan pengecekan menyikapi laporan warga terkait hilangnya 2 pelat besi di Jembatan Sei Mentawa, Jalan Kapten Mulyono, Sampit.
"Akan kami lakukan pengecekan dulu karena kami baru mendapat informasi," kata Pelaksana tugas (Plt.) Dinas PUPR Kaspul Zain, Kamis, 4 Mei 2023.
Warga Kelurahan Ketapang, Mugi, menyaksikan seorangvtak diketahui identitasnya mengambil pelat besi di jembatan itu beberapa waktu lalu.
Kejadian siang hari saat kondisi jalan ramai. Orang yang mengambilnya tak berseragam dinas, sehingga dipastikan warga biasa. Mugi mengatakan tidak tahu mengapa orang itu mengambil pelat besi jembatan.
Pelat besi itu dipasang Dinas PUPR pada Juli 2022 yang digadang untuk memperkuat jembatan agar lebih tahan terhadap beban berat.
Tak heran jika warga khawatir hilangnya pelat besi jembatan yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Patah itu dapat membahayakan kendaraan yang melintas. Terlebih truk CPO dan truk angkutan berat kerap melaluinya.
Terkait rencana pembangunan permanen jembatan yang dikenal dengan Jembatan Patah itu, Kapsul mengatakan masih membuat perencanaannya. "Tahun ini kita masih membuat perencanaannya," demikian.
--page
Camat Mentawa Baru Ketapang, Eddy Hidayat Setiadi menyayangkan perbuatan ini. Dia meminta warga untuk mendokumentasikannya apabila terjadi hal serupa dan melaporkan ke kantor kelurahan ataupun camat, agar dapat diteruskan kepada pihak berwajib. (DEWI PATMALASARI/R)









