PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Ramadan dan Lebaran tahun 2023 lebih rendah dibanding inflasi Ramadan dan Lebaran tahun 2022 lalu.

“Hal ini menunjukkan kesiapan Pemerintah dalam mengantisipasi periode Ramadan dan Lebaran tahun 2023,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Margo Yuwono saat rakor bersama pemerintah daerah secara virtual baru baru ini.

Margo menyampaikan inflasi pangan dapat ditekan yang ditopang aktivitas panen raya dan komoditas holtikultura bulan Maret-April.

“Sebagian besar kabupaten/kota non-Indeks Harga Konsumen (non-IHK) pada April 2023, khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera," ungkapnya.

Ia menyampaikan penyumbang utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sebagian kabupaten/kota adalah beras, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng.

--page

"Penyumbang utama penurunan IPH adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah," ungkapnya. (HERMAWAN DP/J)