BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam forum Kesiapsiagaan dan Ketahanan untuk Menghadapi Ancaman Penyakit Infeksi Emerging (PRET) yang diikuti oleh berbagai negara. Dalam forum tersebut organisasi kesehatan dunia (WHO) merilis modul yang disebut Call for Action PRET.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril mengatakan, modul PRET tersebut digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap pandemi pantogen pernapasan, dengan berdasar pada lima komponen, yakni koordinasi kedaruratan, surveilan kolaboratif, perlindungan masyarakat, pelayanan klinis/respon medis/laboratorium, serta akses vaksin, obat, alat deteksi dan suplai lainnya untuk penanggulangan.
“Call for Action PRET untuk meningkatkan kesiapsiagaan pandemi yang memberikan peluang untuk koordinasi antar multisektor dalam kesiapsiagaan pandemi yang dimaksudkan untuk digunakan oleh lintas sektor di tingkat negara/daerah dengan menggunakan pendekatan terpadu terhadap kesiapsiagaan pandemi patogen pernapasan,” kata Syahril.
Syahril juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak terhadap kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap ancaman penyakit infeksi emerging yang dapat berpotensi pandemi.
“Diharapkan PRET ini dapat memperkuat perencanaan kesiapsiagaan menghadapi pandemi dengan memperkuat sistem kesiapsiagaan dan respon terhadap kedaruratan berdasarkan jalur penularan kelompok patogen,” pungkasnya.
--page
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Kamis 4 Mei 2023 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 17 kasus, diantaranya Kapuas lima kasus, Kotawaringin Barat lima kasus, Palangka Raya dua kasus, Pulang Pisau dua kasus, serta Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan seruyan masing-masing satu kasus.
Pasien sembuh bertambah tiga orang, yakni Kapuas dua orang dan Kotawaringin Timur satu orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal tidak mengalami penambahan.
Secara kumulatif, total kasus konfirmasi covid-19 berjumlah 60.688 kasus, pasien sembuh 58.822 orang, dan pasien meninggal dunia 1.746 orang. Dari data terkonfirmasi, kasus aktif yang dirawat dirumah sakit bertambah sembilan orang dan yang isolasi mandiri bertambah delapan orang. (HERMAWAN DP/H)









