KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Borneo Orangutan Survival (BOS) Mawas telah menggelar lokakarya dan diseminasi, bertempat di Aula Bappelitbangda Kapuas.

Lokakarya dan diseminasi tersebut tentang kajian potensi dampak pembangunan jalan lintas terhadap populasi dan habitat orangutan/satwa liar lainnya di Desa Tumbang Muroi, Tanjung Kalanis, hingga Mantangai Hulu.

Anggota DPRD Kapuas, Darwandie yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi karena menjadi wadah diskusi terkait dengan upaya-upaya melakukan langkah mitigasi terhadap kemungkinan akan terjadi konflik satwa terkait dengan garis besarnya adalah adanya pembangunan jalan lintas kabupaten sepanjang 61 Km yang saat ini dilaksanakan.

"Tentu DPRD mengapresiasi dengan juga sedikit pesan bahwa BOS Mawas jangan lepas dari kelembagaan-kelembagaan adat yang ada di tingkat desa karena mereka di garis depan," kata Darwandie, Jumat, 5 Mei 2023.

Artinya konflik satwa bisa saja dicegah dengan kelembagaan yang diperkuat. Ada regulasi dan anggaran, sehingga setiap hari bisa melakukan pengawasan. 

"Artinya nanti dengan kondisi yang ada tinggal bersahabat saja dengan satwa yang mungkin muncul ke lingkungan masyarakat atau sebaliknya kalau lembaga ini diatur secara baik," ucap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kapuas ini.

Kekhawatiran BOS Mawas ini sebenarnya sedikit saja, jangan sampai nanti adanya akses jalan ini masyarakat tidak paham bagaimana hubungan/keharmonisan dengan satwa liar yang ada termasuk orangutan. 

--page

"Nah ini yang dicari mitigasinya seperti apa, langkah langkah yang dilakukan. Tapi dari beberapa yang dilakukan oleh Mawas sendiri itu sudah mengarah kepada hal hal yang nanti tinggal pelaksanaannya," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/R)