Ganguan eksternal dan defisit daya listrik masih jadi persoalan PLN Rayon Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Khusus mengenai defisit listrik, PLN Rayon Pangkalan Bun bakal mendatangkan 10 unit mesin pembangkit listrik kapasitas 5,6 megawatt (MW) dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (21/3/2016) mendatang.


“Hari ini tadi sudah mulai dilakukan pembongkaran. Mesin tersebut dari PT Kaltimex Sampit. Jumlahnya 10 unit termasuk cadangan 2 unit. Semua kapasitasnya 5,6 MW. Kalau estimasi saya, akhir buoan sudah bisa operasi. Senin ini sudah datang,” kata Kepala PLN Rayon Pangkalan Bun Purwanto kepada <Borneonews> di kantornya, Jumat (18/3/2016).


Ia melanjutkan pihaknya mendatangkan 10 unit mesin pembangkit ini untuk menopang kebutuhan daya listrik Kobar yang cukup besar. Sepuluh unit mesin pembangkit ini akan tiba di Kobar sekitar Senin (21/3/2016) depan dan diperkirakan bisa mulai ,dioperasikan sekitar akhir Maret ini. “Rencananya, 10 unit mesin pembangkit ini akan ditempatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kumai,” kata dia.


Menurut Purwanto penggunaan mesin ukuran kecil sebanyak 10 unit ini bertujuan untuk menghindari hilangnya kapasitas daya mampu jika mesin pembangkit listrik mengalami kerusakan. Dengan pertimbangan, jika terjadi gangguan mendadak, maka kapasitas daya listrik yang hilang hanya 600 kilowatt (KW).


“Kalau cuma satu kapasitas langsung besar, begitu gangguan banyak daya yang hilang. Saat ini defisit daya masih terjadi. Sekitar 5,1 MW. Karena saya hitung daya produksi PT KTH (Korintiga Hutani) 3 MW, dan PLTU (PT Exploitasi Energi Indonesia) 7 MW,” terang dia.


Akibat belum optimalnya daya produksi dua pembangkit listrik swasta tersebut, kata Purwanto, total daya mampu yang bisa dihasilkan pembangkit pemasok daya listrik PLN yang ada saat ini hanya 25,6 MW. Dengan beban listrik tertinggi atau puncak mencapai sekita 29,7 MW per hari. Selain defisit listrik, Purwanto mengaku masih kesulitan membersihkan pepohonan yang berpotensi menghadirkan gangguan di jaringan listrik PLN. 


Dihubungi terpisah, Koordinator Pasukan Kuning Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Wasiyo menyayangkan minimnya koordinasi PT PLN Rayon Pangkalan Bun terkait penebangan pohon-pohon di pinggir jalan yang dianggap mengganggu jaringan listrik. 


“Saya bingung dengan PLN ini, main tebang saja terus tidak diangkut. Kalau begini kan yang disalahkan kami, tahunya pasukan kuning tidak bekerja, padahal mereka menebang tanpa koordinasi dengan kami,” keluh Wasiyo.


Wasiyo berharap PLN lebih proaktif berkoordinasi dengan pasukan kuning. Apabila memang tidak punya armada untuk membersihkan sisa-sisa tebangan pohon tersebut. Pasalnya, sisa tebangan pohon yang ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan, tidak hanya akan menimbulkan kesan kotor dan semrawut. Namun juga akan membahayakan pengguna jalan. (RD/B-8)