BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau melalu Kepala Bidang Peternakan Ibrahim mengatakan, datangnya musim kemarau disertai dengan kondisi cuaca ekstrem seperti yang di prediksikan oleh BMKG, tidak banyak berpengaruh terhadap kesehatan pada ternak besar, seperti sapi, kambing, dan babi.
Tetapi, hal tersebut sangat berbeda dengan ternak unggas. Sebab, ternak unggas lebih riskan apabila dari salah satu ternak sakit maka dipastikan bisa menyebar dan menular ke lainnya. Untuk itu, perlu dilakukan perawatan khusus agar kondisi ternak tetap terjaga.
"Tentunya perlu perawatan khusus, seperti memberikan vaksin agar kondisi kekebalan tubuh unggas tetap terjaga," ucap Ibrahim, Jum'at 5 Mei 2023.
Dijelaskannya, hal yang perlu diwaspadai saat memasuki musim kemarau ialah, saat para peternak tidak bisa menjaga kebersihan kandang dan memberikan cadangan makanan untuk ternak, serta tidak memberikan pakan minum yang cukup. Hal tersebut juga sangat berdampak bagi ternak. Sebab, kesehatan ternak tergantung dari cara merawat ternak tersebut.
Ibrahim mengimbau kepada masyarakat, terkhusus kepada seluruh peternak agar tetap menjaga kebersihan hewan ternak dan kandang. Sebab, setiap tahun perubahan cuaca atau pancaroba pasti dilewati sejumlah daerah-daerah tak terkecuali Kabupaten Pulang Pisau.
--page
"Bersihnya kandang ternak tidak hanya untuk ternak itu sendiri, tentunya untuk kesehatan masyarakat sekitar juga sangat berpengaruh," tutupnya. (TIM BORNONEWS)









