NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemkab Lamandau terus berupaya melakukan pemerataan tenaga kesehatan (Nakes) hingga ke daerah pinggiran sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting

“Saat ini, bayi dan balita merupakan kelompok yang memiliki prevalensi tinggi terhadap stunting,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati, Sabtu, 6 Mei 2023.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan malnutrisi asupan zat gizi kurang. Malnutrisi merupakan masalah utama kesehatan masyarakat yang terjadi di negara berkembang.

Untuk itu sebagai upaya awal pencegahan stunting, maka pihaknya terus mengoptimalkan peningkatan kualitas gizi dan kesehatan. Terutama pada anak dan ibu hamil.

“Upaya ini tentu harus didukung program berjalan. Salah satunya dengan mengupayakan agar daerah pinggiran mendapatkan pelayanan kesehatan yang didukung tenaga kesehatan yang seimbang,” ucapnya.

Jika kondisi masyarakat yang sehat tentu akan mampu meningkatkan taraf hidup perekonomiannya, “kalau sudah sehat dan produktif, maka mampu memenuhi gizi keluarga dan mencegah terjadinya stunting,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/R)