BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kabupaten Kotawaringin Timur lamban merespon keluhan para petani Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Ini terkait penyakit hama wereng yang menyerang tanaman padi mereka yang sudah berlangsung sekitar empat bulan.


"Kami sudah pernah melaporkan ke PPL bahkan sampai ke kabupaten. Tapi belum ada ada tanggapan pemerintah," kata Abdul Gani, seorang petani di wilayah itu kepada Borneonews, Sabtu (19/3/2016).


Akibatnya serangan hama wereng tersebut, puluhan hektar sawah yang mengurai siap panen terancam gagal, karena batang padinya kering dan mati akibat serangan hama pengisap batang tanaman tersebut.


Abdul Gani mengaku resah akibat lahan padi milik mereka banyak rusak akibat serangan hama wereng. Ironisnya pihak DP3KP Kotim pernah melakukan survei ke lahan tersebut, dan hanya mengatakan lahan mereka terserang hama wereng, namun tak ada bantuan apapun untuk mengatasi masalah tersebut.


“Mereka pernah datang baru-baru ini untuk memeriksa tanaman dan hanya mengatakan tanaman kami terserang hama wereng, tapi hanya sampai di situ saja tidak ada tindak lanjutnya,” kata Abdul Gani.


Pihaknya mengaku kecewa karena semestinya pemerintah daerah melalui DP3KP Kotim merespon cepat dengan kejadian tersebut dan memberikan solusinya untuk bisa mengatasi serangan hama tersebut dan racunnya apa.


“Kami tidak perlu bantuan, yang kami inginkan hanya informasi dari mereka apa yang mesti kami lakukan, obat apa yang harus kami beli agar bisa mengatasi hama tanaman itu, bukannya didiamkan begitu saja,” katanya dengan nada kecewa.


Dia juga mengaku heran karena Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) setempat juga tidak pernah datang ke tempat itu. Jika hal itu dibiarkan, menurutnya akan sangat merugikan karena dampak serangan hama wereng dikhawatirkan semakin meluas. (RAFIUDIN/m)