BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 5 sanggar tari tampil pada parade tari gelang malam kedua Festival Budaya Nansarunai Jajaka Kabupaten Barito Timur, Sabtu, 6 Mei 2023.
Sebelum parade tari dimulai, terlebih dahulu dibuka oleh penampilan seni beladiri tradisional kuntaw dari Perguruan Kunta Puma Sanggar Jatang. Kemudian tari gelang pertama ditampilkan oleh Sanggar Erai Pakat dari Kecamatan Dusun Tengah. Sanggar ini membawakan tarian gelang berjudul Mansi Junyung.
Tarian Mansi Junyung diadaptasi dari inti suatu prosesi ritual yang dilakukan oleh Belian Bawo dan Wadian Dadas. Mansi Junyung merupakan salah satu alat ritual yang selalu digunakan oleh belian untuk barasamah.
Penampilan tari gelang kedua dari Sanggar Layu Jari Pintaruan dari Kecamatan Patangkep Tutui. Sanggar ini membawakan tari gelang yang diberi nama I’ruang Wundrung Manempuk Taun.
Tarian I’ruang Wundrung Manempuk Taun merupakan sebuah tarian ritual yang sering dilaksanakan pada setiap acara tahunan masyarakat Dayak Maanyan di Kabupaten Barito Timur. Tarian ini telah disesuaikan dengan gaya anak muda masa kini tanpa meninggalkan ciri khas tarian Dayak Maanyan.
--page
Parade tari gelang ketiga dibawakan oleh Sanggar Kawuri Ngamang Talam dari Kecamatan Benua Lima. Sanggar ini menampilkan tari gelang berjudul Barasomah.
Tari Barasomah yang dibawakan oleh sanggar yang bermarkas di Desa Bamban ini bercerita tentang ritual sakral yang dilakukan wadian atau balian yang disertai prosesi barasomah.
Berikutnya penampilan tari gelang keempat dari Sanggar Maeh Pakat dari Kecamatan Awang. Sanggar ini menyajikan tarian bernama Miempu Narukasai Balai. Miempu adalah kegiatan ritual belian, Narukasai berarti membersihkan atau menyucikan dengan bahan tarukasai, sedangkan Balai adalah tempat kegiatan perkumpulan masyarakat adat Dayak.
Tarian Miempu Narukasai Balai bercerita tentang ritual adat dimana para belian (belian Bawo dan belian dadas) secara bersama-sama melakukan pembersihan atau ngababuang katatungkal dengan rupa-rupa kelengkapan narukasai yaitu daun kayu jatuh, kayu leleh, kayu balik angin, rirung kamat dan tatungkal untuk menyucikan balai sebelum digunakan, dengan harapan agar setiap kegiatan perkumpulan di balai tersebut menjadi aman, tentram dan damai.
Penampilan pamungkas parade tari gelang malam kedua Festival Budaya Nansarunai Jajaka 2023 datang dari Sanggar Leut Teka Nansarunai. Sanggar ini membawakan tari gelang yang diberi nama Tanya Kinsai.
Tanya Kinsai berkisah tentang gelang bawo dan gelang dadas yang merupakan sarana ritual yang dipakai oleh wadian.
--page
Menurut kepercayaan Suku Dayak, gelang bawo dan gelang dadas tidak hanya sekedar digunakan untuk menari namun juga memiliki kekuatan mistis dan magis untuk memanggil roh.
Usai parade tari gelang, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Timur, Herawani menyerahkan piagam dan uang pembinaan untuk semua sanggar yang tampil serta piala dan uang pembinaan untuk pemenang berbagai perlombaan yang telah diadakan pada siang hari. (BOLE MALO/Y)









