BORNEONEWS, Sampit - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur menangani 290 kasus pelanggaran lalu lintas selama Operasi Simpatik Telabang, 1-19 Maret 2016 ini.
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Lantas AKP Bori Ariefianto mengatakan, selama Operasi Simpatik mereka lebih banyak melakukan sosialisasi pentingnya mematuhi rambu-rambu lalulintas agar terhindar dari kecelakaan, dibanding menindak para pengendara yang salah.
"Selama Operasi Simpatik kami hanya menangani 190 kasus teguran tertulis, dan 100 kasu penindakan tilang," ujar Boni, disela-sela melakukan sosialisasi lalu lintas di perempatan Jalan A Yani-Iskandar, Sampit, Sabtu (19/3/2016).
Dari 290 kasus tersebut, pelanggaran melawan arus lalu lintas mendominasi. Sedangkan kelengkapan berkendara, seperti helm, knalpot, spion, dan lainnya sudah turun drastis.
Dalam kegiatan sosialisasi patuh berkendara yang digelar di Jalan simpang empat Jalan A Yani-Iskandar tersebut, Satlantas tidak hanya menurunkan anggotanya saja. Namun juga melibatkan sejumlah model cantik, badut Zebra, Spiderman, Power Ranger, Iron Man, dan beberapa hantu pocong yang melambangkan sebagai korban kecelakaan yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Dalam kegiatan yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut para polisi dan model cantik membagikan bunga dan selebaran berisi bahayanya melanggar lalu lintas, terhadap pengendara yang melintas di ruas jalan itu.
Dengan keterlibatan sejumlah model cantik dan badut tersebut, rupanya cukup efektif untuk menarik perhatian masyarakat.
"Tujuan dari kegiatan yang kita gelar adalah untuk memberikan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas," ungkap Boni. (M HAMIM/m)


