BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat pekerjaan proyek di Jalan Diponegoro, Pangkalan Bun, pagar Gereja Santo Paulus roboh. Sabtu (19/3/2016). Merasa bertanggungjawab atas kerusakan pagar rumah ibadah itu, pihak kontraktor langsung mendatangi pengurus gereja dan menyatakan siap mengganti kerusakan.


"Pagi tadi pihak kontraktor sudah menemui salah satu Pastor di sini. Mereka akan membangun kembali pagar yang roboh," terang pengurus Gereja Santo Paulus, Pangkalan Bun, Seno, Sabtu (19/3/2016) malam.


Robohnya pagar itu, kata Seno, pertama diketahui saat mandor proyek melaporkannya ke pihak gereja, sekaligus menyatakan kesiapannya mengganti kerusakan.


"Kalau bukan mereka yang melapor, kami malah belum tahu kalau pagar gereja roboh," aku Seno.


Menurut laporan yang disampaikan, pagar gereja roboh akibat getaran dari alat berat (stum) milik kontraktor. 


"Akibat getaran stum. Karena kesanggupan kontraktor untuk memperbaiki, kami sudah tidak mempermasalahkannya lagi," sebutnya.


Meski demikian pihaknya belum tahu pasti kapan pagar gereja yang pertama kali dibangun pada 24 Desember 1990 itu diperbaiki. "Belum menjanjikan kapan. Katanya setelah pekerjaan jalannya selesai baru memperbaiki pagar," tandas Seno.


Sebelumnya, proyek senilai puluhan miliar ini banjir kecaman dari warga Pangkalan Bun dan sekitarnya. Pekerjaan jalan itu dinilai lemah perencanaan. Minim rambu, peringatan, penerangan dan semrawutnya rekayasa jalan menjadi penyebab sejumlah kecelakaan.(CR-1/m)