BORNEONEWS, Barito Selatan - Warga Desa Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Barito Selatan, mengeluhkan seringnya pemadaman listrik.


Warga Patas, Yonatan WL, 54, mengatakan, pemadaman listrik sering terjadi, membuat beberapa perabot rumah tangga miliknya mengalami kerusakan.


"Listrik padam mendadak bisa sampai 6-7 kali dalam sehari. Malam pun begitu," kata Yonatan WL kepada Borneonews, Minggu (20/3/2016).


Akibatnya, lanjut dia, kulkas, televisi, magicom dan peralatan elektronik lainnya terbakar semua. Semua itu gara-gara listrik hidup-mati.


"Perabotan rumah tangga milik kami yang rusak mau kita kasih ke PLN, biar mereka yang perbaiki," tandasnya.


Anehnya, lanjut dia, bayarnya setiap bulan malah mengalami kenaikan. Padahal, listrik sering padam, meski begitu ya tetap harus dibayar.


"Kalau kita tidak bayar, pihak PLN langsung datang memutuskan meteran kami, tandasnya.


Hal senada diungkapkan, Arini Murti, padam listrik sampai setengah hari. Kadang pula padam dan menyala kembali dan kemudian padam kembali.


"Peristiwa seperti itu sudah berjalan kurang lebih lima bulan ini. Dan akibatnya sejumlah barang elektronik milik kita rusak karena aliran listrik yang tidak stabil itu," bebernya.


Anehnya, lanjut dia, pihak PLN tidak pernah memberitahukan kalau ada pemadaman. Sedangkan pihaknya berulang kali meminta kejelasan terkait padamnya listrik ini.


Bahkan, pihaknya sering kali membuat surat namun tidak ada jawaban dari PLN.


"Jika pemadaman ini PLN ada kerusakan kita tidak bertanya-tanya. Asalkan kita diberitahu. Namun sampai sekarang pemadaman ini tidak pernah dikasih tahu," tandasnya.


Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemkab maupun DPRD bisa menyampaikan permasalahan ini ke PLN. Agar nantinya, tidak ada lagi pemadaman tanpa pemberitahuan. (URIUTU DJAPER/m)