KEPALA Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Sutoyo meminta masyarakat tetap waspada banjir karena curah hujan di Kotim masih tinggi.
“Pantauan kami saat menggelar sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak ada tanda-tanda terjadi banjir terutama di wilayah pedalaman yakni wilayah Utara. Justru debit air surut, hanya saja kami mengimbau warga tetap waspada karena bencana bisa datang kapan saja,” kata Sutoyo, kepada Borneonews, Minggu (20/3/2016).
Sutoyo mengatakan, pihaknya terus mentau ke sejumlah desa di kawasan Utara. Hasilnya, saat ini ketinggian air di kawasan hulu itu masih normal, bahkan ada yang masih surut. Namun masyarakat diimbau tidak lengah karena saat ini potensi curah hujan masih tinggi.
“Wilayah kota juga harus tetap menjaga kebersihan selokan-selokan di sekitar rumah dan lingkungan masing-masing sehingga tidak ada selokan atau parit yang tersumbat yang bisa mengakibatkan airnya meluap keluar bila intensitas curah hujan lebat dan lama,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi bencana banjir, pemerintah Kotim telah membentuk tim siaga darurat bencana banjir untuk memantau kondisi di seluruh wilayah, khususnya kawasan rawan banjir. Kawasan utara merupakan salah satu kawasan rawan banjir, meliputi enam kecamatan yakni Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaha Hulu, Bukit Santuai dan Tualan Hulu.
Berdasakan prediksi Badan Meteorologi Klimatolohi dan Geofisika, curah hujan diperkirakan akan kembali meningkat pada April nanti. Untuk itu masyarakat, khususnya di kawasan langganan banjir tetap waspada terhadap kemungkinan banjir.
(FI/B-7)


