NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Panitia Pemungutan suara (PPS) Nanga Bulik telah melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara hasil perbaikan dan menetapkan suara aktif pada Pemilu 2024 sebanyak 13.834 pemilih.

Jumlah tersebut berkurang sebanyak 235 pemilih dibandingkan dengan daftar pemilih hasil pemutakhiran yang berjumlah 14.069 pemilih. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan berkurangnya jumlah pemilih tersebut.

Ketua PPS Nanga Bulik, Moso M Pero mengungkapkan, beberapa penyebab berkurangnya jumlah pemilih tersebut lantaran adanya pemilih yang meninggal dunia, ditemukannya data pemilih ganda dan belum tersaringnya anggota TNI-Polri dalam daftar pemilih hasil pemutakhiran.

“Penyebabnya karena kegandaan, ada yang meninggal dunia dan ada yang sudah menjadi TNI/Polri,” terang Moso saat dikonfirmasi pada Selasa, 9 Mei 2023.

--page

Dijelaskan Moso, ketika ada masyarakat melaporkan pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih hasil pemutakhiran meninggal dunia atau ternyata sebagai anggota TNI-Polri, pihaknya akan melakukan koreksi dan tidak lagi mencantumkan nama-nama tersebut ke dalam daftar pemilih.

Selain itu, lanjut dia, ketika dilakukan kroscek data secara nasional ternyata terdapat daftar pemilih ganda, pihaknya akan memastikan jika nama yang tercantum tersebut benar-benar berada dan berdomisili di Kabupaten Lamandau. Jika sebaliknya yang bersangkutan berada di luar daerah dan akan menggunakan hak pilihnya di luar Nanga Bulik, PPS setempat akan mencoretnya dari daftar pemilih.

“Jika terdapat data ganda, kami akan melakukan kroscek, sehingga pemilih yang bersangkutan tidak kehilangan hak pilihnya,” tandas Moso. (HENDI NURFALAH/H)