PEMERINTAHAN Kabupaten Kotawaringin Timur akan lebih fokus kembangkan peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di daerah itu. Sebab, selama ini Kotim masih mengandalkan pasokan sapi dari luar.
”Kalau kita ingin kembangkan populasi sapi harus fokus ke sapi itu saja. Jangan hendak kembangkan semua, karena nanti justru tidak ada yang berhasilnya. Ini harus menjadi catatan kepala Distanak (dinas pertanian peternakan penyuluhan dan ketahanan pangan),” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, Minggu (20/3/2016).
Kotim merupakan wilayah pertanian dan cocok untuk mengembangkan populasi ternak. Karena itu, Supian meminta Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim agar fokus pengembangan sapi, artinya tidak harus semua dikembangkan karena keterbatasan anggaran justru nanti tidak ada yang berhasil.
Upaya pengembangan ternak sapi itu katanya untuk mengatasi kelangkaan daging sapi, serta ketergantungan dari daerah luar.
Sebab selama ini Kotim masih mengandalkan pasokan sapi dari Madura, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Banjarmasi Kalimantan Selatan.
“Kurangnya populasi sapi lokal akan berdampak sistemik, seperti ketersediaan stok dan ketidakstabilan harga daging di pasaran.
Makanya saya minta dinas terkait fokuskan pengembangan sapi. Kotim sangat cocok, tinggal kemauan masyarakatnya saja,” katanya.
(FI/B-7)


