DINAS Kesehatan Kabupaten Sukamara mulai menyiapkan bantuan obat-obatan bagi korban banjir. Langkah itu ditempuh sebagai antisipasi bila ada korban banjir terserang penyakit.
Sejauh ini ada tiga kawasan di Kabupaten Sukamara yang terendam banjir. Semuanya berada di Kecamatan Sukamara. Tiga kawasan itu meliputi Desa Pangkalan Muntai, Kelurahan Mendawai, dan Kelurahan Padang.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sukamara Ahmad Darsoni mengatakan, wilayah banjir terparah dan lebih membutuhkan perhatian ialah Desa Pangkalan Muntai. Banjir di kawasan itu telah merendam 53 rumah penduduk dan sudah berlangsung selama beberapa pekan. Debit banjir juga cukup tinggi.
“Kita mulai meyiapkan berbagai obat-obatan untuk penyakit musim banjir seperti oralit, infus dan sebagainya” kata Darsoni, Jumat (18/3/2016).
Ia mengungkapkan, seluruh jajaran Dinas Kesehatan juga telah dikerahkan guna memantau kondisi kesehatan para korban. Di samping itu, jajaran Dinas Kesehatan tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat supaya terus menjaga kebersihan lingkungan.
“Puskesmas juga ikut gencar melakukan menyosialisasikan tentang kebersihan lingkungan. Hal ini sebagai langkah pencegahan atau antisipasi terhadap penyakit yang akan muncul saat banjir,” ujarnya.
Penyakit yang biasa muncul saat banjir yakni gatal, diare, dan demam berdarah.
Mobil dapur umum
Sementara itu, untuk memberikan kemudahan dalam membantu para korban bencana, pemerintah pusat melalui Pemprov Kalimantan Tengah menghibahkan satu unit mobil dapur umum kepada Pemkab Sukamara.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng Guntur Talajan mengatakan, selama ini dapur umum masih dibangun dengan tenda.
Karenanya, keberadaan mobil dapur umum diharapkan bisa mempermudah pemerintah dalam membantu korban bencana, baik yang disebabkan alam maupun lainnya.
“Mobil dapur umum ini merupakan truk besar lengkap dengan fasilitasnya. Jadi untuk masak bisa menggunakan dapur umum ini.” (B-3)


