PASAR sayur mayur di Kabupaten Kotawaringin Barat dinilai menjanjikan dibanding daerah lain. Selain memiliki nilai jual menjanjikan, konsumen sayur mayur di Kabupaten Kobar sangat tinggi.
Melihat potensi itu, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tegah yang notabene sebagai penghasil sayur tertarik memasarkan produk sayur mayur ke Kobar. Minat itu disampaikan langsung Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo saat berkunjung ke Kantor Bupati Kobar,
Sabtu (10/3/2016). “Sekaligus kami ingin melakukan silaturahim,” ucap Agus dihadapan Bupati Kobar Bambang Purwanto.
Kunjungan itu dilakukan Agus bersama sejumlah jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Wonosobo untuk mendalami kerjasama di sektor pertanian. “Banyak hal, termasuk tentang kerja sama pascapanen dan teknologi pertanian,” kata Agus.
“Melihat potensi besar di Kobar dalam hal perdagangan hasil pertanian, kami sangat tertarik menjalin kerjasama. Jadi tinggal menunggu keputusan pak bupati, jika mengiyakan maka kami akan sangat senang,” ujarnya lagi.
Penjajakan kerjasama sudah beberapa kali dilakukan, namun untuk kearah serius tengah dibicarakan. Menurut pantauannya, harga kangkung di sini (Kobar) mencapai Rp5.000 per ikat, jika dibandingkan dengan di Wonosobo harganya hanya Rp1.000 saja.
“Nah inilah yang menjadi pertimbangan kami, jadi ada saling menguntungkan dari kedua belah pihak,” ujarnya.
Pikir-pikir
Di tempat yang sama, Bupati Kobar Bambang Purwanto menuturkan, kerjasama itu bisa saja terjadi, namun itu masih dibicarakan terlebih dahulu dengan Dinas pertanian dan peternakan (Distanakan) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kobar.
“Untuk menggali potensi yang ada bisa saja dilakukan kerjasama. Memang kita akui untuk produk sayur mayur di sana (Wonosobo) harganya sangat murah,” imbuh pria yang akrab disapa Pa De ini.
Meski demikian, imbuh Bupati, pihaknya masih akan melakukan sejumlah kajian, termasuk nasib petani sayur mayur lokal. “Jangan sampai kerja sama ini menjadikan petani lokal merugi lantaran harga panen mereka anjlok,” tandasnya.(CR-1/B-7)


