SOSIALISASI tindak lan­jut nota kesepahaman (MoU) antara Pemerin­tah Kabupaten Kating­an dengan PT Sidomuncul Pu­puk Nusantara tentang fasi­litasi pupuk bio organik dan pemasaran hasil pertani­an­ kembali dilaksanakan di Tumbang Baraoi, Keca­mat­an­ Petak Malai, Kamis  (17/3/2016).


Bupati Katingan, Ahmad Yan­tenglie langsung turun mem­berikan sosialisasi itu. Sehari sebelumnya doa sosia­li­s­asi di Tumbang Kaman, Kecamatan Sanaman Manti­kei.


Kepada warga Petak Malai, da­lam arahannya bupati me­nuturkan untuk menindak­lan­juti kesepakatan itu pe­me­rintah daerah menyosiali­sasikan apa yang menjadi langkah dalam rangka men­do­rong perekonomian masya­rakat.


Salah satunya pengembang­an tanaman singkong dan ja­he. “Kami rasa ada peluang b­esar, karena berapa pun ha­sil­ produksi kita akan dibeli ha­bis,” tuturnya.


Tinggal nantinya bagaima­na­ cara pelaksanaanya. Biar prospeknya bagus jika mana­jerialnya salah, maka akan per­cuma.


“Dalam pengembangan tanaman singkong dan jahe, ada jaminan harga terendah dari perusahaan. Diharapkan­ nantinya ada yang menjadi pengumpul nantinya untuk kemudian menjual ke perusa­haan,” ujarnya.


Pengumpul yang ditujuk nantinya harus bisa meme­nuhi kesepakatan. Keuntung­an pengumpul bukan dari pem­belian dari petani, namun dari pengolahannya.


“Komitmen kita dengan Sidomuncul jangan sampai hak petani di bawah standar. Se­mentara untuk jahe, dari sisi pasar berbeda karena panenya harus serentak,” tu­turnya.


Nantinya pihak perusaha­an akan membawa kontainer khusus untuk mengangkut jahe yang dibeli dari petani. Jika perusahaan sudah siap, maka baru panen dan langsu­ng­ diantar hari itu juga. 


“Jika panen dilakukan le­bih dulu, maka susutnya akan besar. Nantinya jangan sam­pai dibersihkan dengan air untuk menjaga kualitas,” jelasnya.


Untuk singkong bisa jenis­ apa saja yang ditanam. Pro­duksi semua jenis singkong akan dibeli, tidak melihat ka­dar patinya karena bu­kan­ untuk tepung tapio­ka.


“Menurut hitungan saya, sing­kong yang paling prak­tis­ karena tinggal ditanam sa­ja. Untuk bibit, baik sing­kong maupun jahe umur­nya harus di atas satu ta­hun supaya varietasnya ti­dak berubah. Sementara un­tuk panen, paling cepat 9-10 bulan tergantung kon­disinya.” (B-6)