MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Sebanyak 121 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Barito Utara (Barut) mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji di aula BappedaLitbang, Rabu, 10 Mei 2023.

Dalam kegiatan pembukaan manasik haji ini, dihadiri Sekda Barito Utara Drs Muhlis sekaligus membuka kegiatan. Hadir pula perwakilan dari unsur FKPD, kepala perangkat daerah dan undangan lainnya.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Sekda Muhlis mengatakan bahwa ibadah haji merupakan Rukun Islam yang ke-lima, wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya.

“Oleh karenanya, sebelum kita berangkat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah Almukarramah, kita harus lebih dahulu mempersiapkan diri dengan bermacam-macam persiapan secara matang dan teratur,” kata Muhlis membacakan sambutan bupati. 

Sehingga, lanjutnya, dalam melaksanakan ibadah haji nantinya, akan memperoleh hasil yang baik dan memuaskan yaitu “Haji Mabrur dan Maqbul” yang diridhai oleh Allah SWT. Sebab, haji yang mabrur itulah yang menjadi dambaan dan harapan semua.

--page

Pada kesempatan itu, Bupati melalui Sekda menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah dan jajarannya, termasuk Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara yang telah melaksanakan bimbingan manasik haji tahun 2023 ini.

Dikatakan Sekda lagi, manasik haji yang dibuka pada hari ini adalah suatu kesempatan baik yang diadakan khusus untuk jemaah calon haji Kabupaten Barito Utara. Yakni dalam rangka memberikan pengetahuan mengenai tahapan-tahapan dalam menunaikan ibadah haji yang baik dan benar sesuai dengan arahan dan bimbingan tim pembimbing haji.

“Oleh karenanya kepada jamaah calon haji saya harapkan dapat menyimak penyampaian materi dengan baik. Manasik haji ini merupakan gladi resik yang akan dilaksanakan di tanah suci nanti,” kata dia.

Dia menambahkan, melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah Al Mukarramah di samping sebagai ibadah kepada Allah SWT, para jemaah calon haji dituntut untuk memperhatikan hubungan dan manfaat lainnya yang perlu dibina dan dipupuk dalam pelaksanaannya. (RAMADHANI/Y)