BAGI masyarakat Kota Palangka Raya, kata Sanaman Mantikei identik dengan sebuah lapangan mirip stadion sepak bola yang
terletak di Jalan Ahmad Yani.
Bagi generasi yang lahir di tahun 1990-an, sepertinya tidak banyak yang tahu bahwa Sanaman Mentikei ternyata merupakan nama jenis besi yang digunakan Suku Dayak.
Seperti disadur dari Folksofdayak.wordpress.com, pada zaman dulu tersebutlah kisah tentang seorang bernama Dandan Kahayan yang hidup bersama istrinya di tepi Sungai Kahayan.
Pada saat sang istri sedang mengandung anak kedua, seperti juga pada kehamilan pertama, sang istri mengidam babi hutan.
Untuk memenuhi permintaan istrinya, Dandan Kahayan pergi ke hutan untuk berburu diikuti anjing-anjingnya. Ketika sampai di tepi hutan, anjing-anjing mendahuluinya. Lalu, tiba-tiba Dandan melihat Katungau Rajan Bawui, yaitu seekor babi hutan yang berukuran besar, lari terbirit-birit karena dikejar gerombolan anjingnya.
Tanpa banyak berpikir, Dandan Kahayan melempar tombaknya ke tubuh babi dan kena. Namun, babi itu tidak mati dan terus berlari dengan darah mengucur dari lukanya.
Babi yang terluka itu berlari selama satu hari satu malam menuju hulu Sungai Kahayan, Malahui, Mambaruh, Saruyan, Katingan, dan akhirnya ke hulu Sungai Samba. Babi itu akhirnya mati di Kereng Air Bae Lampung, di persimpangan Sungai Mantikei.
Anehnya, tetesan darah babi itu berubah menjadi besi. Demikian pula dengan bangkainya. Besi jelmaan tubuh babi mengandung racun mematikan. Akibatnya, segala jenis serangga yang berada di daerah tempat babi itu mati menjadi serangga yang mematikan.
Karena beracunnya besi itu, tidak ada orang berani menyimpannya. Namun, seseorang bernama Sempong Amai Bungai berani mengambilnya dengan dibantu makhluk gaib bernama Nyaring dan Kalue.
Sempong lalu mengolah besi jelmaan bangkai babi itu menjadi mata sumpit. Untuk bisa menyimpan besi itu dia harus kehilangan tujuh orang suruhannya karena disengat lebah dalam perjalanan menuju Bae Lampung, tempat besi itu berada.
Selain menjelma menjadi besi beracun, cucuran darah babi juga menjelma menjadi besi yang lentur dan bisa dibentuk menjadi mandau. Besi jenis inilah yang disebut Sanaman Mantikei. (B-3)








