BANGUNAN berpelang nama Bank Sampah Buntok (BSB) telah berdiri gagah di Jalan Pelita Raya Buntok Kabupatenn Barito Selatan (Barsel). Namun, aset yang dibuat pada 2015 itu, hingga kini belum difungsikan. 


Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Barsel, Firman Purbiantoro, menuturkan, BSB Kota Buntok saat ini belum dilengkapi berbagai  peralatan penunjangnya, seperti timbangan. Namun, Firman memastikan, tahun ini Bank Sampah Buntok akan beroperasi.


Sembari memantapkan rencana pengoperasian BSB, BLH akan terus menggelar sosialisasi. “Kita akan jelaskan dulu kepada masyarakat.

Apa maksud dan tujuan serta kegunaan dari bank sampah tersebut. Rencana menyosialisasikannya, insyaallah dalam waktu dekat ini,” terang Firman.


Firman menilai, masyarakat banyak yang belum paham manfaat bank sampah. Ia menambahkan, bangunan bank sampah yang sudah berdiri itu pun masih perlu pembenahan. Halamannya masih perlu ditata, dan peralatannya perlu disediakan terlebih dahulu.


“Bank sampah ini selain berguna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, juga untuk memberikan motivasi supaya sampah-sampah non organik, khususnya yang berbahan dasar plastik bisa dimanfaatkan. Sehingga secara tidak langsung, mengurangi keberadaan sampah yang susah terurai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” terangnya.


Terpenting tambah Firman, karena untuk mendapatkan predikat Adipura, salah satu yang menjadi sorotan penilaian adalah penanganan sampah. Dan, tegasnya, permasalahan sampah ini bukan hal baru sebab merupakan masalah terberat di semua wilayah di Indonesia.


“Salah satu indikator penilaian yakni daerah harus mempunyai Bank Sampah,” tandasnya. 

(HLY/PP/B-10)