BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bahwa Desa Rangda di Kecamatan Arut Selatan telah disiapkan sebagai kawasan program transmigrasi tahun 2023.
Kepala Disnakertrans Kobar, Ruslianyah mengatakan perencanaan dan pengkajian dari Rencana Teknis Satuan Pemukiman Transmigrasi (RTSP) dan lainnya sudah siap secara menyeluruh.
"Secara kajian sudah secara menyeluruh jadi mulai dari RKT (Rencana Kawasan Transmigrasi), RTSP termasuk Binmas oleh kementrian segala macam sudah," katanya, Rabu, 10 Mei 2023.
Ia menyampaikan saat ini daerah sudah siap tinggal menunggu dana dari pusat saja untuk melaksanakan program transmigrasi di Desa Rangka yang salah satunya meliputi pembangunan fasilitas kesehatan, pemukiman, dan tempat ibadah.
"Sampai saat ini karena transmigrasi ini kan perlu pendanaan yang besar jadi intinya untuk transmigrasi kita masih menunggu sumber pendanaan dari kementrian dari APBN, kita belum bisa pastikan, intinya kapan mereka meluncurkan dana ya kita prinsipnya daerah sudah siap," ujarnya.
Program transmigrasi di Desa Rangda memiliki luas lahan 1.172,4 hektare. Disiapkan pula pengembangan SP Pugar dengan luas APL (area penggunaan lain) sebesar 846,8 hektare serta HPK (hutan produksi yang dikonversi) 325,6 hektare.
--page
Dengan luas lahan tersebut nantinya akan menampung sekitar 150 kepala keluarga dari warga lokal sendiri yakni Desa Rengda dan 150 kepala keluarga dari luar pulau. Tak hanya itu, pemkab Kobar juga telah bekerjasama dengan 5 pemerintah daerah lain seperti Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogjakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. (NURITA/R)








