PENERTIBAN Jalan Garuda dan Jalan Seriti sudah menjadi keputusan final bagi Dinas Tata Kota, Tata Ruang dan Perumahan (Disciptarum) Kota Palangka Raya.


Bahkan, Kepala Disciptarum Rojikinnor tidak khawatir dengan perlawanan warga yang memaksakan diri menolak dilakukan penertiban.


Sebaliknya, ia mengaku siap dilawan massa saat penertiban berlangung nanti.  Baginya, itu merupakan bagian konsekuensi yang harus dihadapi.


“Kalau ada perlawanan? Ya tidak apa, tetap ada penertiban. Kita sedang siapkan jadwalnya, makanya kemarin kita lakukan sosialisasi, pendekatan dan langkah persuasif. Karena secara hukum itu jelas untuk fasilitas publik berupa RTH dan jalan, ya tidak boleh masyarakat begitu,” cetus Rojikin.


Mantan kepala dinas tata kota itu juga mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya tidak menyiapkan lokasi khusus untuk digunakan sebagai lahan pedagang tanaman berjualan. 


Sebab menurutnya, sepatutnya mereka (pedagang) bersyukur lantaran sudah cukup lama Pemkot memberikan keleluasaan hampir 20 tahun menggunakan lahan jalur hijau itu untuk berusaha.


“Hanya menyarankan, kalau mau ya pindah ke Jalan Yos Sudarso Ujung. Kita tidak dalam rangka menyiapkan lahan untuk mereka, tapi silahkan nego sendiri dengan pemilik lahan, apakah sistem sewa atau beli. Di sana berderet dengan pedagang kuliner Yos

Sudarso nantinya. Dan yang pasti di sana bakal ramai karena menjadi pengembangan kota,” tuturnya.


Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka  Raya, Alfian Batnakanti mengungkapkan sebisa mungkin Pemkot menganggarkan uang kerahiman. Setidaknya membantu pedagang yang emindahkan barang-barangnya menuju lokasi baru. Alfian juga berharap Pemkot mengalokasikan lahan baru buat mereka. (RZ/B-12)