LEICESTER City masih berada di jalur untuk me­raih gelar Liga Pri­mer Inggris, keti­ka gelandang Riyad Mahrez men­cetak gol semata wayang di markas Crystal Palace pada Sab­tu (19/3/2016) malam.


Ini merupakan kemenang­an ke-13 Leicester di liga de­ngan marjin satu gol.


Walau hanya menang tipis, ha­­­­sil itu tetap sangat ber­arti ba­­gi tim asuhan Claudio Ra­­nieri tersebut, mengingat ki­ni unggul delapan poin da­ri Tottenham Hotspur yang ber­ada di posisi kedua klasemen sementara.


Tottenham sendiri baru menjalani laga ke-31 di liga de­ngan menjamu AFC Bour­ne­mouth pada Minggu (20/3) ma­lam. Meski Spurs nantinya bisa mengalahkan Bourne­mouth, tetap saja harapan Lei­cester menjadi juara masih terbuka lebar.


Keberhasilan the Foxes--juluk­an Leicester--mengalahkan Palace membuat ribuan su­porternya yang hadir di Sel­hurst Park tidak henti-hen­tinya menyanyikan lagu “Ka­mi akan menjuarai liga”.


Meski begitu, manajer Clau­dio Ranieri masih menolak timn­ya disebut sebagai kan­didat jua­ra. “Menurut sa­ya kami sekarang semakin de­kat untuk mencapai Liga Cham­pions,” kata dia se­usai pertandingan.


“Itu merupakan pencapai­an hebat, hanya ini merupakan selangkah demi selangkah,” kata pria Italia ini.


Ranieri memang tidak ingin terlalu percaya diri the Foxes bakal menjuarai li­ga mengingat timnya masih memerlukan 18 angka la­gi untuk memenangi gelar ter­se­but.


“Itu terdengar bagus, pa­ra penggemar kami menya­nyi­kan lagu yang sangat bagus ten­tang hal itu. Namun kami per­lu tenang,” tutupnya.


Tim hebat


Dari kubu lawan, pelatih Pa­­­lace Alan Pardew, meng­aku bahwa dirinya tidak ke­­cewa meski timnya kalah da­ri Leicester. Sebaliknya, ia justru memuji the Foxes sebagai tim hebat dan berpelu­ang besar menjadi juara di ak­hir musim nanti.


“Anda dapat melihat mere­ka bermain dengan keperca­ya­an diri, mereka memiliki mo­mentum dan keseimbang­an tim yang hebat.

Mere­ka akan sulit untuk dikejar. Me­reka akan menjadi juara yang layak,” kata Pardew.


Di sisi lain, pemandangan unik terlihat di Goodison Park, kalah sang empunya sta­­dion, Everton, menjamu Ar­­senal.


Di hadapan pendukung la­­wan, sejumlah penggemar the Gunners justru mem­ben­­tang­kan spanduk yang men­desak pe­latih Arsene Wenger me­ngundurkan diri. Meski di bawah tekan, Wenger ber­hasil membawa anak asuh­nya menang 0-2 atas tuan ru­mah. (Ant/B-3)