BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Unjuk rasa puluhan warga dari berbagai organisasi lembaga kepemudaan dan swadaya masyarakat di Kotawaringin Barat (Kobar) berlangsung damai. Mereka menuntut para wakil rakyat di DPRD Kobar melek mata terhadap persoalan listrik yang kian parah.


Aksi ini bermula di depan Gedung DPRD Kobar sekitar pukul 09.30 WIB pada Senin (21/3/2016). Dalam penyampaian aspirasinya, Wakil Ketua I Ketua Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kobar Yasan meminta para anggota dewan yang duduk di kursi dewan keluar dari gedung dewan, guna mendengarkan aspirasi warga terkait persoalan listrik. 


Yasan menyebut persoalan listrik di Kobar ini timbul karena pengawasan dan respon positif lembaga legislatif minim.


"Kami minta wakil rakyat keluar. Seharusnya para wakil rakyat yang duduk di DPRD, bisa lebih serius mengawasi pemerintah daerah dan juga PLN (Perusahaan Listrik Negara). Jangan enak-enakan tidur dan hanya bisa duduk nyaman di kursi dewan. Persoalan listrik di Kobar ini terus terjadi. Warga Kobar jenuh dan butuh solusi konkret," ujar Yasan, orator dalam unjuk rasa tersebut, Senin (21/3). 


Para peserta aksi demo datang dengan berbagai atribut dan panji bendera berlatar belakang organisasi ataupun komunitas masyarakat. Mereka menuntut lembaga DPRD bisa menyampaikan langsung komitmennya di hadapan para peserta unjuk rasa. Ini terkait tuntutan para demonstran yang menginginkan solusi konkret terkait penyelesaian persoalan listrik.


Tuntutan dan penyampaian aspirasi kekecewaan warga ini ditanggapi hangat oleh pimpinan DPRD Kobar. Ketua DPRD Kobar Triyanto mangatakan, pendekatan dan koordinasi dengan pihak terkait, pemerintah daerah, PLN maupun pihak swasta telah beberapa kali dilakukan. Bahkan, tiap kali terjadi gangguan listrik, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak PLN. Persoalan listrik di Kobar, menurutnya, perlu ditindaklanjuti ke level lebih tinggi.


"Bahkan pada 28 Maret besok kita juga akan menggelar rapat dengar pendapat terkait persoalan listrik ini. Pemerintah daerah, PLN dan swasta kita undang. Teman-teman pemuda dan warga nanti bisa sama-sama mendengarkan. Apa masalah dan apa kira-kira solusi yang bisa kita ambil," kata Triyanto, Senin (21/3). (RADEN ARYO/m)