BORNEONEWS, Sampit - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memberikan penjelasan terkait adanya kasus kontaminasi air pada BBM Jenis Pertamax di SPBU 6474303 Jalan Jendral Sudirman KM 3 Sampit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang mana pihak Pertamina menyebut kejadian itu disebabkan adanya rembesan air hujan yang masuk ke tangki pendam.
Area Manager Communication & CSR Kalimantan Arya Yusa Dwicandra membenarkan kejadian tersebut adanya rembesan air hujan masuk ke tangki pendam saat turun hujan deras, sehingga mengakibatkan BBM bercampur dengan air.
“Pertamina memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan pihak SPBU bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat serta hal ini juga menjadi bahan evaluasi kami agar hal serupa tidak terjadi lagi dimasa mendatang sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ucapnya, Sabtu, 13 Mei 2023.
Dia menjelaskan karena pada saat kejadian bersamaan dengan dilakukan pekerjaan renovasi SPBU yang meliputi perbaikan totem, penggantian beberapa dispenser, perbaikan canopy dan perbaikan tangki pendam. Saat pekerjaan renovasi pula diketahui saat itu Kota Sampit dalam beberapa hari sering turun hujan deras.
Sedangkan jalur distribusi BBM jenis Pertamax tidak mengalami perbaikan sehingga pelayanan Pertamax tetap seperti biasa.
Beberapa masyarakat yang melakukan pengisian BBM jenis Pertamax mengeluh terdapat kandungan air di kendaraannya dan kendaraan meraka mengalami kerusakan.
Pasca kejadian pihak Pertamina sudah mendatangi SPBU dan melakukan pengecekan tangki pendam yang dimaksud dan saat ini telah dilakukan pengurasan tangki pendam di mana juga dilakukan perbaikan kebocoran yang berasal dari dinding dekat tangki serta langsung mengkomunikasi hal ini dengan pihak kepolisian setempat untuk menjelaskan kronologi kejadian.
Saat ini SPBU ditutup sementara sampai proses perbaikan selesai dilakukan. Pihak Pertamina mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembelian BBM di SPBU terdekat lainnya.
“Sementara SPBU tidak beroperasi masyakarat dapat melakukan pembelian BBM di SPBU lainnya,” tambah Arya.
--page
Pertamina berkoordinasi dan bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk menjelaskan kronologi kejadian.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan terkait hal ini, semoga masalah ini dapat segera selesai dan SPBU dapat kembali beroperasi normal,” tutup Arya.
Mengenai adanya aduan masyarakat terkait hal tersebut, pihak SPBU bertanggung jawab penuh dan sudah memberikan ganti rugi, setidaknya sampai saat ini ada 10 kendaraan yang sudah diberikan ganti rugi. (NOOR ANNISA/R)









