PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kegiatan awal program konservasi hayati perikanan, iFish Kalteng sudah mulai berjalan dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kick off dan inception meeting pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Darat di Aula Dislutkan Prov. Kalteng, pekan ini disampaikan salah satu langkah yang telah dilaksanakan adalah penyusunan naskah akademik untuk Peraturan Daerah terkait perikanan darat di Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan.

Kemudian Rencana Aksi Nasional terkait perlindungan Ikan Arwana, Technical Working Group (TWG) atau forum pengelolaan perikanan darat di tingkat Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan.

Setelah itu, peningkatan pengelolaan perikanan Beje, penyusunan peraturan desa dan pembentukan Kawasan Konservasi desa di dua desa Kabupaten Kapuas (Dadahup dan Tambak Bajai) dan dua desa Kabupaten barito Selatan (Mengkatip dan Batilap).

Ditambah pengadaan 100 unit pompa dan 100 set jaring selambau untuk kelompok nelayan perikanan Beje di Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan.

Selanjutnya ada bimbingan teknis pendataan Ikan Arwana dengan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut  (KKHL) KKP dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk stakeholder Dinas Kelautan Perikanan Kalteng dan Barito Selatan.

Ada juga capacity building kelompok nelayan dan perempuan dalam pemanfaatan sumber daya perikanan darat.

Sedangkan kegiatan lain yang sedang atau akan dilaksanakan seperti pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Darat di Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan.

--page

Serta Pelatihan Ecosystem Approach To Fisheries Management (EAFM) Perikanan Darat untuk stakeholder Kalteng di Kabupaten Kapuas, dan Barito Selatan, asesmen sosial ekonomi, biodiversitas dan gender terkait pengelolaan perikanan darat, serta studi genetik Ikan Arwana Red Banjar. (HERMAWAN DP/R)