Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah melakukan normalisasi saluran air (drainase) untuk mengantisipasi terjadi bencana alam banjir atau genangan air di daerah itu.


“Normalisasi drainase itu dilakukan untuk mengantisipasi genangan air dan mencegah terjadinya banjir,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Seruyan,Yusdi Hariadi saat dihubungi, Sabtu (19/3/2016).


Ia menjelaskan, normalisasi drainase dilakukan dengan cara membersihkan serta menggali parit untuk mencegah pendangkalan dan penyumbatan akibat lumpur, sampah dan rumput liar atau gulma.


Dengan anggaran sekitar Rp500 juta, normalisasi drainase yang dijadwalkan rutin setiap bulan selama setahun akan difokuskan pada kawasan pemukiman padat penduduk serta kawasan dalam kota yang sering tergenang air saat hujan deras terjadi.


“Mudah-mudahan normalisasi yang kita lakukan ini dapat membuat drainase yang ada dapat berfungsi maksimal, sehingga tidak ada lagi kawasan yang tergenang air,” katanya.


Selain melakukan normalisasi drainase, pemerintah juga akan melakukan rehabilitasi drainase agar dapat berfungsi kembali, karena dilapangan ada banyak drainase yang sudah rusak.


Kerusakan drainase selain karena faktor alam juga terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan merawat fasiltas yang telah dibangun pemerintah, seperti membuang sampah ke saluran drainase yang kemudian menyebabkan penyumbatan sehingga drainase menjadi cepat rusak.


“Harusnya masyarakat juga ikut memperhatikan dan merawat drainase yang dibangun pemerintah, dengan demikian fasilitas yang dibangun dapat bermanfaat dan berfungsi maksimal,” katanya.


Menurutnya, agar drainase dapat terjaga dan berfungsi dengan baik, diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase.


“Meskipun pembersihan drainase adalah tugas pemerintah, namun sebenarnya yang paling efektif justru keterlibatan dan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya masing-masing,” katanya. (ANT/B-8)