BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sebagai upaya menselaraskan rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem Gambut nasional dan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan kegiatan tahapan penyusunan tim penyaji dan tim penyusun RPPEG merupakan salah satu hal yang sangat penting.
Kepala DLH Pulang Pisau, Hendri Arroyo mengatakan mengingat hampir 60 persen atau 59,40 persen wilayahnya adalah gambut.
Berdasarkan sejarah kebencanaan pada 2015, Kabupaten Pulang Pisau rentan berpotensi bencana Karhutla dengan high risk, termasuk adanya perubahan iklim dan sebagai protect masyarakat di kawasan ekosistem gambut baik bidang ekonomi, sosial, dan konservasi alam.
"Hal ini mengingat lajunya pertumbuhan pembangunan kawasan, baik dalam perlindungan habitat satwa liar," ucap Hendri, Selasa, 16 Mei 2023.
Dengan ekosistem esensial, pariwisata, dan lainnya. Sehingga, dengan harapan tersedianya dokumen RPPEG nasional sampai kabupaten 2019-2039 diperlukan sebagai panduan dan barometer dalam mengambil langkah strategis dibidang peningkatan kualitas SDA dan lingkungan hidup berkelanjutan. (M PRADILA KANDI/R)









