PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Rainer Danny P. Mamahit mengingatkan kekurangan gizi remaja pengaruhi perkembangan.

Ia menyampaikan permasalahan gizi pada ibu hamil sering terjadi karena adanya masalah pada saat remaja dan sebelum hamil.

“Kekurangan gizi kronis dan anemia pada remaja berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan mereka,” tegasnya ketika membacakan sambutan Kepala Dinas Kesehatan dalam pertemuan tentang gizi di Hotel Neo Palangka Raya, Selasa, 16 Mei 2023.

Ia menjelaskan setelah bayi lahir, hal penting yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA).

Rainer menuturkan PMBA mencakup pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang ada sejak bayi berusia enam bulan sampai 24 bulan, dan dilanjutkan sampai usia 59 bulan.

--page

Visi Indonesia tahun 2020 – 2024 adalah terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Langkah ini melalui misi peningkatan kualitas manusia Indonesia dan juga merupakan salah satu strategi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Kesehatan, yaitu percepatan perbaikan gizi masyarakat. (HERMAWAN DP/J)