PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, meningatkan masyarakat untuk tidak menimbulkan euforia yang berlebihan dalam menyikapi pencabutan status darurat kesehatan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal Mei 2023 kemarin.

Pasalnya, virus SARS Cov2 penyebab Covid-19 masih ada di sekitar masyarakat, sehingga potensi penularan pun tetap ada. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap berhati-hati dan waspada, agar tidak terjadi lonjakan penularan.

“Jangan euforia berlebihan, karena memang Covid-19 masih ada dan potensi penularan pun tetap ada. Selalu berhati-hati dan waspada, dengan tetap menjalani vaksinasi Covid-19 hingga booster dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Syahril.

WHO sendiri telah menyerahkan sepenuhnya kedaulatan masing-masing negara dalam penanganan Covid-19, termasuk untuk memberikan booster. Dimana pemberian vaksin disesuaikan dengan situasi epidemologi Covid-19 di masing-masing negara.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Selasa 16 Mei 2023 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah enam kasus, diantaranya Kotawaringin Barat tiga kasus, serta Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Lamandau masing-masing satu kasus.

--page

Pasien sembuh bertambah lima orang, yakni Sukamara dua orang, Pulang Pisau dua orang, dan Kotawaringin Barat satu orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan. (HERMAWAN DP/J)